Selasa, 29 November 2011

SIKAP HATI BENAR DALAM MEMPERSIAPKAN NATAL

Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: "Bertobatlah , sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" (Matius 3:1-2)


Kita cenderung mempersiapkan natal dengan hal-hal yang bersifat lahiriah saja. Dari perikop yang kita baca setidaknya ada 2 sikap hati yang benar dalam mempersiapkan natal tahun ini.


1. PERTOBATAN


Yohanes tampil sebagai seorang yang memberitakan pertobatan (Matius 3:2)

Yohanes pembaptis dipanggil untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Sang Mesias, orang-orang harus membersihkan hati mereka dengan memohon pengampunan Allah atas dosa-dosa mereka


Disini dibutuhkan pertobatan, hati yang dipersembahkan untuk Tuhan. Natal merupakan panggilan untuk bertobat.

Yesaya 9:1

Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar

Yohanes Pembaptis dan Tuhan Yesus sama-sama memberitakan seruan pertobatan

Matius 4:17

Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"


Makna dasar dari pertobatan (Yun. _metanoeo_) adalah "berbalik". Yang dimaksudkan adalah berbalik dari cara hidup yang jahat kepada Kristus, dan melalui Dia kepada Allah (Yoh 14:1,6; Kis 8:22; 26:18; 1Pet 2:25).


Keputusan untuk berbalik dari dosa kepada keselamatan di dalam Kristus menyangkut hal menerima Kristus bukan hanya sebagai Juruselamat dari hukuman dosa, tetapi juga sebagai Tuhan atas kehidupan kita. Jadi, pertobatan meliputi pergantian penguasa -- dari kekuasaan Iblis (Ef 2:2) kepada kekuasaan Kristus dan Firman-Nya (Kis 26:18).


Pertobatan merupakan keputusan yang sukarela pada pihak orang berdosa, yang dimungkinkan oleh kasih karunia yang memberi kemampuan kepada mereka untuk melakukannya ketika mereka mendengar dan percaya kepada Injil (Kis 11:21)


Yang terpenting ketika kita menyambut natal tahun ini dengan hati yang sudah disucikan oleh Tuhan. Untuk mewujudkannya kita harus bertobat. Mengakui dosa-dosa kita, meninggalkannya, dan memperbaharui persekutuan kita dengan Tuhan.


2. BUAH YANG SESUAI DENGAN PERTOBATAN


Ujian bagi kita yang mengatakan sudah bertobat adalah buah apa yang dihasilkan dari pertobatan kita???


Definisi iman yang menyelamatkan sebagai "sekedar percaya" kepada Kristus sebagai Juruselamat sama sekali tidak memadai apabila dihadapkan dengan tuntutan Kristus untuk bertobat. Menjelaskan iman yang menyelamatkan dalam suatu cara yang tidak mengharuskan seseorang meninggalkan dosa adalah memutarbalikkan firman Tuhan dan tidak sesuai dengan ajaran Alkitab tentang penebusan. Iman yang menyertakan pertobatan adalah syarat untuk memperoleh keselamatan (bd. Mr 1:15; Luk 13:3,5; Kis 2:38; 3:19; 11:21). Pertobatan merupakan pesan pokok para nabi PL (Yer 7:3; Yeh 18:30; Yoel 2:12-14; Mal 3:7), Yohanes Pembaptis (Mat 3:2), Yesus Kristus (Mat 4:17; 18:3; Luk 5:32) dan orang Kristen PB (Kis 2:38; 8:22; 11:18; 2Pet 3:9). Pemberitaan pertobatan harus senantiasa mendampingi berita Injil (Luk 24:47


Buah apa yang seharus dihasilkan dari pertobatan?

Buah Roh (Kisah 26:20; Galatia 5:22-23) Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.

Jadi bukan hanya sekadar mengaku dosa, tetapi juga dituntunt tindakan meninggalkan dosa, buah dari pertobatan tersebut.

Oleh karena itu sikap hati yang benar dalam meyambut natal adalah bertobat dan menghasilkan buah yang sesuai dengan pertobatan.




Selamat Mempersiapankan Natal 2011