Kamis, 22 Maret 2012

ANUGERAH YANG MAHAL


ANUGERAH YANG MAHAL
1 Petrus 1:18-19

Seorang teolog Jerman Dietrich Bonhoeffer berkata: ”Grace is free but not cheap” yaitu anugerah Allah yang kita terima adalah anugerah yang diberikan cuma-cuma / gratis tetapi anugerah itu bukanlah anugerah yang murahan. Banyak orang Kristen hanya "take it for granted", menerima anugerah-Nya saja tapi tidak merespon sama sekali terhadap Sang Pemberi anugerah tersebut.

Anugerah merupakan pemberian dari Allah secara cuma-cuma tetapi bukanlah murahan. Ketika kita mengerti bagaimana ngerinya dosa dan akibat dosa...dan ketidaklayakan kita menerima anugerah barulah kita dapat menghargai betapa besarnya, mulia dan mahalnya anugerah keselamatan yang Tuhan berikan kepada kita.

Sebagai orang percaya kita tentu bersukacita untuk anugerah keselamatan yang Tuhan berikan kepada kita. Dan sudah seharusnya kita menghargai anugerah Tuhan, karena untuk mendapatkan anugerah Tuhan ada harga yang harus dibayar, dan itu sangat mahal. Mengapa anugerah keselamatan yang Tuhan berikan kepada kita begitu mahal? Karena:

  1. Kita di tebus bukan dengan barang yang fana
Ketika kita membaca Surat 1 Petrus dan 2 Petrus kita harus memahami latar belakang surat ini di tulis. 1 dan 2 Petrus ditulis kepada jemaat-jemaat yang ada diperantauan...yang berdiaspora (menyebar) dan mereka sedang berada dalam penderitaan yang hebat.
Tema utama dari surat 1 dan 2 Petrus adalah Pengharapan di tengah penderitaan.

Dalam konteks yang demikian surat ini ditulis...sehingga orang-orang Kristen yang sedang dalam penderitaan dan penganiyaan hebat dapat bertahan dalam iman mereka. Mereka makin diteguhkan bahwa mereka sudah tebus/dibeli oleh Tuhan dan harganya sudah lunas terbayar.

‘kamu telah ditebus’.

Secara tidak langsung ini menunjukkan bahwa dosa memperbudak / memperhamba orang yang melakukan-nya.

Bdk. Yoh 8:34 - “Kata Yesus kepada mereka: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa’.” (bdk. Mazmur 51:7)

Jelas ini menujukkan betapa ngeri dan kejamnya dosa yang mengikat dan memperhamba setiap orang yang ada dalam belenggunya. Tidak seorangpun dapat melepaskan diri dari kuasa dosa, maka jelaslah kata-kata Tuhan Yesus bahwa setia orang yang berbuat dosa adalah hamba dosa.

tebus” menunjukkan suatu keadaan bahwa kita pernah terjual, tetapi juga menyatakan bahwa kita sudah terlepas dari status dosa kita, serta memasuki status yang baru, bukan milik dunia ini, melainkan milik Kristus.

Gambarannya adalah seorang yang membeli seorang budak dengan maksud membebaskannya. Ini sama halnya dengan kita ketika hendak menebus sesuatu dari rumah gadai, barangnya dibebaskan melalui pembayaran harga tebusan.

Dalam kitab Hosea, ketika Allah berfirman kepada Hosea untuk mengambil Gomer sebagai isterinya (Hos. 1:2-3). Ini bukanlah suatu hal gampang/mudah bagi Hosea untuk membeli Gomer. Hal ini tentu mempertaruhkan seluruh keberadaan Hosea sebagai nabi Allah, sebagai manusia seutuhnya. Tetapi nabi Hosea taat. Ia membeli Gomer dengan harga yang mahal dan lunas. Setelah Gomer menjadi miliknya, Hosea bisa  saja membunuh isterinya itu jika ia mau. Ia dapat mempermalukannya di depan umum dalam cara apa pun yang dapat ia pilih. Tetapi sebaliknya ia mengenakan pakaiannya kembali pada isterinya, membawanya melewati kerumunan yang tidak dikenal, dan menuntut kasihnya sementara menjanjikan hal yang sama dari dirinya. Inilah cara Allah mengatakannya:

1 Berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan berzinah, seperti TUHAN juga mencintai orang Israel, sekalipun mereka berpaling kepada allah-allah lain dan menyukai kue kismis." 2 Lalu aku membeli dia bagiku dengan bayaran lima belas syikal perak dan satu setengah homer jelai. 3 Aku berkata kepadanya: "Lama engkau harus diam padaku dengan tidak bersundal dan dengan tidak menjadi kepunyaan seorang laki-laki; juga aku ini tidak akan bersetubuh dengan engkau.” (Hosea 3:1-3)

Jika kita memahami kisah Hosea, kita memahami bahwa kita adalah gambaran tentang Gomer, kita adalah budak yang dijual di tempat pelelangan dosa. 
Kita yang diciptakan untuk persekutuan yang akrab dengan Allah, tetapi kita telah mempermalukan diri kita dengan ketidaksetiaan. Pertama kita telah main mata dan kemudian berzinah dengan dunia yang berdosa dan nilai-nilainya. Bahkan dunia telah menawar bagi jiwa kita, menawarkan seks, uang, kemasyhuran, kuasa dan semua hal yang diperjualbelikannya. 
Tetapi Tuhan Yesus, Sang Mempelai Laki-laki dan Kekasih kita yang setia, masuk ke pasar itu untuk membeli kita kembali. Ia menawarkan darah-Nya sendiri. Tidak ada penawaran yang lebih tinggi daripada itu. Dan kita menjadi kepunyaan-Nya. Ia menjubahi kita kembali, bukan dengan kain kotor, tetapi dengan jubah kebenaran-Nya yang baru. Ia berkata kepada kita,”Kamu harus tinggal sebagai milik-Ku...., kamu tidak boleh.....menjadi milik orang lain....; demikian juga Aku bagimu.

cara hidupmu yang sia-sia” yaitu perbuatan dosa yang beraneka ragam (Rm. 1:21; Ef. 4:17). Disebut “sia-sia”, sebab tidak bermakna, dan tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, tetapi bertindak seturut dengan kesukaan diri sendiri.

emas dan perak” -- kedua logam ini sering dipakai dalam dunia ini, namun tidak berfungsi untuk melepaskan kita dari dosa dan penghakiman Allah. Kedua jenis logam ini tidak dapat disandari orang Kristen untuk peroleh warisan surgawi yang kekal itu.

Selain kita ditebus bukan dengan barang yang fana, selanjutnya.......

  1. Kita di tebus dengan darah yang mahal

melainkan dengan darah yang mahal” -- yaitu darah Kristus”
mahal” dalam bahasa asli Timios untuk 1:7 diterjemahkan “kemuliaan dan kehormatan” -- atau darah yang mulia, hormat dan mahal pula.

Sama seperti darah Anak Domba yang tak bernoda dan tak bercacat” -- kalimat ini menyatakan pencurahan darah serta kematian Kristus, seperti anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat cela yang dipakai sebagai korban penebusan dosa – melambangkan “Anak Domba Allah” (Yoh. 1:29, bdk. Why. 5:9; 7:9).

Artinya korban tebusan bagi manusia berdosa...haruslah mencakup kriteria Allah yaitu tidak bercacat cela...dan ini hanya dimungkin melalui darah Yesus Kristus yang sudah tercurah di atas kayu salib. Dialah Anak Domba Allah penghapus dosa dunia.

Memang dalam Perjanjian Lama domba Paskah maupun korban harus tak bercela dan tak bercacat (Kel 12:5 Im 3:1,6 Im 22:19-25 Bil 28:3,9,11,19,31b). Kristus sesuai sebagai penggenapan Type ini karena Ia memang suci murni tanpa dosa.

Dalam hal ini, Petrus membandingkan darah Kristus dengan emas, dan perak. Yang mana darah Kristus tak bercacat cela, yang sanggup pula mengakibatkan orang Kristen tak bercacat cela dan bernoda, sedangkan emas dan perak dalam dunia ini senantiasa merupakan kuasa penggoda besar, yang merusak moral manusia.

Ini menunjukkan bahwa tidak ada yang bisa menebus kita dari dosa kecuali darah dan pengorbanan Yesus.

C. T. Studd,” Kalau Yesus Kristus adalah Tuhan, dan Dia telah mati bagi saya, maka tidak ada pengurbanan yang terlalu besar, yang dapat saya persembahkan kepada-Nya
Ia mahasiswa cerdas dan pemain cricket (sejenis softball) andalan kampusnya, Universitas Cambridge. Ketika D.L. Moody berkhotbah di kampusnya, ia pun bertobat dan kembali mendedikasikan hidupnya kepada Tuhan Yesus Kristus. Tidak lama kemudian, ia dan enam mahasiswa lainnya bergabung dengan Hudson Taylor untuk melayani ke Cina.
Bagi banyak orang, termasuk sanak-saudara Studd sendiri, keputusan ketujuh mahasiswa itu merupakan gagasan yang terburu-buru dan menyia-nyiakan kecerdasan serta kemampuan mereka.
Mereka berlayar ke Cina tahun 1885. Sesampainya di sana, mereka mengikuti kebiasaan badan misi itu dengan hidup dan berpakaian seperti orang Cina. Mereka juga belajar bahasa dan mengikuti cara makan setempat.
Saat berada di Cina itulah ia mencapai umur 25 tahun dan, sesuai dengan wasiat ayahnya, ia berhak atas warisan yang sangat besar jumlahnya. Setelah menekuni Firman Allah dan banyak berdoa, C.T. merasa terdorong untuk menyerahkan seluruh kekayaannya kepada Kristus!
"Itu bukan suatu kebodohan. Itu suatu kesaksian di hadapan Allah dan manusia bahwa ia mempercayai Firman Allah sebagai hal yang paling pasti di muka bumi ini. Buah seratus kali lipat yang Allah janjikan dalam kehidupan saat ini – belum lagi dalam kehidupan yang akan datang – merupakan kenyataan yang pasti bagi mereka yang mempercayainya dan bertindak berdasarkan firman tersebut,” papar Norman P. Grubb, penulis biografinya.
Sebelum mengetahui jumlah warisannya, C.T. mengirimkan £5000 kepada Moody, £5000 kepada George Müller dan £15,000 lagi untuk menunjang pelayanan-pelayanan lainnya. Beberapa bulan kemudian, ia baru mendapat kabar jumlah uang yang diwarisinya. Ia pun mempersembahkan beberapa ribu poundsterling lagi. Sisa di kantungnya tinggal £3400.
Bagaimana dengan saudara dan saya dalam memasuki masa-masa pra Paskah ini...adakah kita sungguh menghargai anugerah Tuhan dalam hidup kita? Sudakah kita menyatakan syukur kita lewat hidup kita, waktu kita, harta kita,....dll,?
Adakah yang terlalu besar, terlalu mahal yang dapat kita bandingkan dengan pengorbanan Kristus, bagi kita orang-orang berdosa yang telah ditebus, diselamatkan oleh-Nya?
Doa: Tuhan kalau hati kami selama ini sudah menjadi dingin, mohon Tuhan hangatkan dengan Anugerah-Mu, kalau hati kami sudah mulai membantu, mohon Tuhan lembutkan dengan Anugerah-Mu, kalau hati kami kering, mohon Tuhan segarkan dengan Anugerah-Mu, kalau hati kami terluka, amarah, dendam, mohon Tuhan pulihkan dengan Anugerah-Mu, kalau hati kami penuh dosa dan cela, mohon Tuhan murnikan, sucikan dan kuduskan dengan darah-Mu yang suci. Sehingga kami sanggup menjalani hari-hari ke depan yang penuh dengan tantangan, cobaan, godaan dan agar kami dapat menyampahkan dunia, dan terus memandang salib-Mu yang mulia. Amin