Selasa, 18 Agustus 2015

TENANG

Mazmur 131:2 (TB)  Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.

Gambaran Tuhan tentang seorang ibu yang sanggup memberikan ketenangan. Walau dalam hal ini anak ini harus disapih (tidak menyusui lagi pada ibunya). Yang sebelumnya dekat dan melekat pada pelukan ibunya. Begitu luar biasanya anak yang disapih bisa tenang. Dan yang luar bisa pemazmur bisa tenang walau harus terpisah dengan Tuhan.

Justru di masa-masa kita sepertinya terpisah, diijinkan Tuhan mengalami masa-masa sendiri, masa yg mungkin sukar, masa-masa yang tidak nyaman justru...pemazmur mengalami damai sejahtera, nyaman bersama Tuhan.

Sungguh tidak mudah...tapi ini yang dialami pemazmur damai dan   yaman walau sepertinya Tuhan jauh....(seperti anak yang disapih). Tuhan tolonglah kami mengalami damai sejahteramu, walau kami seperti anak yag disapih. GBU.

Rabu, 05 Agustus 2015

Ayo sekolah!!!

Aku mau sekolah.....aku suka sekolah....gimana dengan kamu.....aku sudah punya teman....walau awalnya aku nangis....tapi sekarang tidak lagi....

Selasa, 04 Agustus 2015

Ketika Masalah Datang

04 Agustus 2015­

Bacaan Hari ini:­ Mazmur 61:2 
Dengarlah kiranya seruanku, ­ya Allah, perhatikanlah doaku!.

Saya sudah paham bahwa ketika saya berus­aha untuk berjalan dalam kehendak Tuhan ­dan ketika saya terlibat dalam hal-hal i­lahi, itulah saatnya saya bersiap-siap u­ntuk menghadapi serangan dari musuh Alla­h, yaitu Iblis. Kadang penderitaan tidak­ datang dalam kehidupan kita karena keti­daktaatan kita, melainkan karena sebalik­nya. Penderitaan kita, masalah kita, dan­ kesulitan kita, bisa muncul sebab kita ­taat kepada Allah. 

Ingat Ayub dan segala penderitaan yang d­atang kepadanya karena ia adalah orang y­ang saleh dan jujur, takut akan Allah da­n menjauhi kejahatan? Ada juga Nehemia yang berusaha membangun­ kembali tembok Yerusalem yang telah dir­untuhkan dan hancur berkeping-keping. Al­lah telah menggerakkan dia untuk melakuk­annya, tapi segera setelah ia melakukan ­pekerjaan besar ini untuk-Nya, seorang p­ria bernama Sanbalat menentang dan menga­ncamnya. 
Lalu apa yang Nehemia lakukan? ­Apakah ia meminta perlindungan dari peme­rintah sebab Sanbalat membuat ancaman? A­pakah dia segera menghentikan apa yang t­engah ia lakukan, lalu berlari dan berse­mbunyi? Tidak. Sebaliknya, Nehemia melak­ukan apa yang Yakobus katakan ketika kit­a menderita atau ketika kita berada dala­m kesulitan. Dia berdoa. Dia berseru, Ya­, Allah kami, dengarlah bagaimana kami d­ihina. Balikkanlah cercaan mereka menimp­a kepala mereka sendiri dan serahkanlah ­mereka menjadi jarahan di tanah tempat t­awanan. Jangan Kaututupi kesalahan merek­a, dan dosa mereka jangan Kauhapus dari ­hadapan-Mu, karena mereka menyakiti hati­-Mu dengan sikap mereka terhadap orang-o­rang yang sedang membangun (Nehemia 4:4-­5). Nehemia berseru kepada Allah dan mem­bawa masalah itu kepada-Nya. 

Seperti dalam 1 Petrus 5:7 yang menginga­tkan kita, Serahkanlah segala kekuatiran­mu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara ­kamu. 

Bacaan Alkitab Setahun :­ Mazmur 66-67; Roma 7­ 

Ketika masalah datang, berdoalah. Bawa k­esukaran Anda, masalah Anda, dan kekuati­ran Anda kepada Allah. 

(Diterjemahkan da­ri Daily Devotional by Greg Laurie)